|
|
|
pindahan
reborn ceritanya mau pamer foto pake hanbok waktu korean festival di kampus fib ugm kemaren, cerita lengkap proses pemotretannya di sini (foto menyusul, menunggu jaringan internet ramah-upload / download). disetani ama saudari peppy nih (actually, she did nothing. emang aku aja yang kepengen ikutan he3). padahal sepanjang beberapa tahun kuliah di fib, bahkan sempet ambil mata kuliah bahasa korea juga, ga sekalipun kepikiran yang kayak gini. selain karena aku bukan jenis orang yang ramah dengan kamera dan saudara sespesiesnya. dulu hidupku kaku, datar dan lurus-lurus aja. belajar, sekolah (kuliah), pulang ke rumah, mengurung diri di kamar. minim aktivitas sosial, minim teman, minim pengalaman, terus-menerus, berulang-ulang.
sekarang tambah tua, tambah aneh-aneh. orang mungkin menilai ini sebagai puber kedua atau krisis identitas. aku bilang, aku sedang membayar hutang pada diriku sendiri, pada hidupku. bukan berarti aku mengutuk atau tidak mensyukuri hidupku versi dulu. manusia kan berpikir dan berevolusi. kenapa juga bangga dan terus bertahan hidup dalam tempurung, membatasi diri dengan alasan yang ga jelas? lakukan saja, ini hidupmu. makanya belakangan ini mulai mencoba banyak hal yang dulu enggan kucoba, kuabaikan, kukesampingkan, kutakuti, atau kuhindari. pesen minuman selain es teh kalo lagi makan di luar (percaya ga, aku dulu SELALU minum es teh kalo jajan, kadang-kadang cappucino sih), belajar yoga (walaupun cuma sekedar baca buku dan ngikutin vcd tutorial), pake baju yang berwarna terang, mencoba makanan baru, ikutan facebook, utak-utik ngeganti layout friendsterku yang standar(ampe les privat ama adekku he3), rajin foto-foto, njawil temen-temen lama yang tak hanya terpisah jarak tapi juga waktu atau mencari temen baru, sampe nerusin (plus menata, mendesain dan mengembangkan) blog (-blog) pribadi yang sempet mati suri. i just want to have a more valuable (qualitatively) and colourful life.
(IN) DANGER
how can you mend a broken heart? How can you mend a broken heart? A heart that torn into pieces Baru belakangan ini benar-benar menyadari (kemaren-kemaren kemana bu?) bahwa hati manusia itu sesungguhnya rapuh. Entah itu luka yang dalam, meradang dan bernanah atau hanya sekedar goresan kecil, tetap saja sakit dan membawa dampak, apapun itu, ke dalam hidupmu. Bagaimanapun sakit yang dirasakan, akan membuatmu limbung, meremukkanmu, menggerogotimu atau bahkan bisa juga menghancurkanmu. Bukan hanya perih di hati, tertanam juga termemori dengan baik di dalam otak dan meninggalkan jejak yang sulit dihapuskan di jiwamu. Inilah bagian terburuknya. Tidak seperti kulit yang bila luka mungkin hanya meninggalkan jejak visual, lain ceritanya dengan hati. Dan akhirnya, aku tak (atau belum? Entahlah, time will tell) bisa merasakanmu, melihatmu dan meyakinimu dengan cara yang sama, seperti dulu lagi. Aku selalu percaya bahwa luka dan duka akan membentuk pribadi seseorang, menguatkannya, mendewasakannya (masih tetap percaya kok). Namun sekuat apapun kutekan dan (coba) kuabaikan, tetap ada bagian dari diriku yang takut, tak aman, tak tenang dan tak henti-hentinya bertanya-tanya. Bukan, bukan berarti aku mencoba mendramatisasi masalah atau mengungkit-ungkit yang telah berlalu, hanya saja…
Akhirnya
Setelah bertahun-tahun, sadar juga kalo aku punya blog yang ga
pernah diurus :p dulu sih karena gaptek (jarang OL dan ga mudeng juga cara
mendesain blog), terus karena alasan praktis bikin blog di sini Belakangan kok kepengen lagi bikin blog yang mandiri (plus
ceritanya mencoba menyemangati diri untuk menulis lagi). Waktu dalam proses belajar
ngeblog dengan baik dan benar trus membuat link dengan blog teman-teman,
eh kok nemu nama yang familiar, nama yang kupilih untuk blogku ini. Dengan
alasan sentimentil, coba kubuka (pake acara lupa nama user pula he3),
dipikir-pikir, sayang juga ya kalo ga diterusin. Ya udah, untuk pembukaan,
nulis ini aja. Sekaligus ngutak-atik layout dan segala macam (kayaknya
tetep butuh tutorial deh, dah bawaan lahir gaptek kali, pusing ngeliatnya). Kalo masih males nulis lagi, tolong ditimpuk aja ya :D
lorca malam tak ingin datang agar kau tak bisa datang dan aku tak bisa pergi... tapi kau akan datang dengan lidah terbakar hujan garam siang tak ingin menjelang agar kau tak bisa datang dan aku tak bisa pergi... tapi kau akan datang lewat lorong-lorong kumuh penuh kegelapan baik siang maupun malam ingin datang agar aku bisa mati untukmu dan untukku federico garcia lorca untukmu, semburat dalam hatiku beautiful
Every day is so wonderful apa sih cantik itu? serupawan krisdayanti, bokong seksi ala j-lo,
bibir seksi angelina jolie, atau tubuh semolek eva longoria? keharusankah? jika upaya menjadi cantik atau tampak cantik
dilandasi kesadaran diri sebagai representasi perayaan atas apa yang Tuhan beri
untukmu, that's fine tapi jika itu memperbudakmu, hentikan! wanita, cintailah dirimu karena kamu cantik, in every single way :) count on me Count on me through think and thin bintangku you can erase someone from your mind getting them out of your heart that's another story (eternal sunshine in the spotless mind) saat aku yakin bahwa aku kuat, aku tangguh, aku bisa mengatasi semuanya, sendiri saat aku yakin telah melaluimu, menuntaskan rasa, mengepakkan sayapku, dengan semburat baru ternyata aku masih di sini, terpaku, terikat kenangan akanmu, senyum, suara dan segala hal yang melekat padamu hari ini, hanya sekedar mengenangmu, kembali kumenangis sesak, ingin lari, menjauh, mengenyahkanmu tapi bayangmu berputar-putar di kepalaku jejakmu mengakar di hatiku, teramat dalam, lebih dari yang kutahu kau seperti hantu aku rindu bintangku... updated, dec 16 2008 aku tidak mungkin melupakanmu, kecuali mungkin, aku terkena amnesia atau penyakit yang bisa memudarkan ingatan tapi, akan jadi kebodohan bagiku bila terus terikat padamu dan kenangan tentang masa yang telah lalu terima kasih, untuk segala pengalaman yang bersedia kau bagi i learned a lot
it's okay Sun is up should be feeling great,
tidak masalah seberapa buruk atau kacaunya hidupku detik ini, it's gonna be okay, either way, tapi jgn cuma mlongo aja, meratapi nasib, berjuang dong, jatuh? bangun lagi. ayo semangat!
|